Mengenal Asuransi Perjalanan Visa Schengen Beserta Fungsinya

Ketika Anda akan melakukan perjalanan ke Eropa, asuransi perjalanan visa Schengen menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi. Karena jika asuransi ini tidak ada, Anda bisa bisa ditolak memasuki negara-negara Eropa tersebut nantinya.

Visa Schengen ini dibutuhkan dalam melakukan kunjungan ke negara-negara Eropa, khususnya ke 26 negara Eropa yang masuk ke bagian visa Shcengen ini, dan masa berlakunya 90 hari saja. Selain wajib memiliki visa, asuransinya juga harus dimiliki untuk memasuki wilayah negara Eropa tersebut.

Walaupun Anda sudah menggunakan asuransi perjalanan lain, tetapi jika belum memiliki asuransi untuk visa Schengen tersebut, kemungkinan besar perjalanan akan semakin sulit. Bisa saja Anda tertahan di bagian imigrasi nantinya, karena dokumen tersebut tidak lengkap.

Alasan utama asuransi ini diperlukan adalah untuk memastikan Anda mendapatkan perlindungan selama melakukan perjalanan tersebut. Negara Eropa mewajibkan semua pengunjung mendapatkan jaminan keamanan perjalanan, agar perjalanan jauh lebih menyenangkan.

Memahami Asuransi Perjalanan Visa Schengen

Asuransi ini sebenarnya sama dengan produk asuransi pada umumnya, hanya saja dikhususkan atau diwajibkan ketika Anda akan mengunjungi salah satu atau beberapa negara di Eropa. Artinya asuransi ini menjadi dokumen wajib yang tidak boleh diabaikan.

Baik tujuan perjalanan untuk wisata, bisnis, sekolah, kunjungan keluarga, untuk kepentingan medis, dan yang lainnya, semuanya harus memiliki asuransi perjalanan visa Schengen. Hal ini sudah menjadi kebijakan negara-negara Eropa, jadi pastikan Anda sudah memilikinya.

Sebenarnya tidak hanya negara – negara Eropa yang mewajibkan asuransi untuk Visa Schengen ini, beberapa negara non-Uni Eropa juga mewajibkannya, seperti di Monako, Vatikan, dan juga San Marino.

Negara seperti Madeira, Azores, dan Kepulauan Canary yang bukan bagian benua Eropa juga mewajibkan adanya asuransi Visa Schengen tersebut, oleh karena itu penting dimiliki ketika akan melakukan perjalanan ke negara-negara yang dimaksudkan tersebut.

BACA:  Keuntungan Beli Asuransi Perjalanan Online

Apakah Asuransi Lain Masih Perlu Setelah ada Asuransi Visa Schengen?

Jika Anda sudah membeli asuransi umum lain, tanpa membeli asuransi perjalanan visa Schengen maka tidak diizinkan memasuki negara – negara di Eropa, karena asuransi visa Schengen ini menjadi salah satu kewajiban penting.

Tetapi jika Anda sudah memiliki asuransi visa Schengen tersebut, tidak perlu lagi membeli jenis asuransi umum lainnya. Artinya asuransi visa Schengen tersebut sudah cukup sebagai perlindungan selama perjalanan, karena layanan produknya sama dengan asuransi umum pada umumnya.

Tetapi jika Anda ingin mendapatkan perlindungan lebih, tentu tidak ada salahnya menambah layanan asuransi lain. Hal ini tentu bergantung pada kebutuhan Anda selama perjalanan, karena bisa saja ada produk layanan yang tidak tersedia di asuransi perjalanan visa Schengen tersebut.

Hanya saja yang paling penting adalah asuransi visa Schengen tersebut wajib selalu dimiliki ketika melakukan perjalan ke negara-negara Eropa, karena sudah menjadi dokumen wajib. Lebih baik dapatkan asuransi ini dari perusahaan terpercaya agar jaminan perlindungannya maksimal.

Harga Premi Asuransi untuk Visa Schengen

Sebelum Anda menggunakan layanan asuransi ini, penting juga untuk mengetahui biaya preminya, agar tidak membebani keuangan nantinya, karena biaya preminya berbeda-beda, tergantung berapa lama waktu perjalanan Anda selama di negara Eropa tersebut.

Biasanya waktu asuransi yang dihadirkan ini mulai dari 30 hari hingga 90 hari, dengan harga yang bervariasi. Ada yang preminya mencapai puluhan ribu saja, serta ada juga asuransi yang preminya sekitar ratusan ribu rupiah, dan tentu biaya pertanggungannya jauh lebih tinggi.

Setiap perusahaan asuransi juga menetapkan biaya premi yang berbeda –beda. Jadi ketika Anda akan membeli asuransi perjalanan visa Schengen cermati biaya preminya serta apa saja layanan yang ditanggung nantinya.

BACA:  Pengajuan Klaim Asuransi Mobil ACA agar Cair