Bagaimana cara Portugis dalam menaklukkan Sultan Hairun?

Bagaimana cara Portugis dalam menaklukkan Sultan Hairun?

 

Jawaban:

Pada masa awal pemerintahannya pengaruh Portugis telah kuat merasuk dalam sendi-sendi kesultanan, dikarenakan Portugis telah diberi kedudukan dan hak istimewa sebagai mitra dan penasihat kesultanan. Lambat laun kekuasaan dan pengaruh mereka semakin besar hingga tak jarang mereka turut campur dalam urusan kesultanan. Ternate pun tak ubahnya boneka Portugis. Sultan manapun yang dianggap menentang kehendak Portugis, difitnah kemudian dibunuh atau diasingkan ke negeri yang jauh.

 

Sultan Khaerun naik tahta menggantikan saudara tirinya Sultan Tabariji (periode 1533-1534) yang diasingkan Portugis ke Goa-India. Sebelumnya Portugis juga turut andil dalam perebutan kekuasaan di Ternate yang mengakibatkan kematian Sultan Dayalu/Hidayatullah (periode 1522-1529) dan Sultan Abu Hayat II (periode 1529-1532) dua saudara tiri Khairun yang lain.

 

Sultan Khaerun menaiki tahta dalam usia belia sehingga oleh Portugis dipandang remeh sebagai “bocah” yang mudah dikendalikan namun kemudian ternyata anggapan itu salah besar. Sementara itu di Goa-India selama dalam tahanan mantan Sultan Tabariji ditekan oleh Portugis untuk menyerahkan sejumlah daerahnya termasuk Ambon, Buru dan Seram kepada Portugis dengan imbalan hak-hak dan kedudukannya akan dikembalikan. Tabariji akhirnya menyetujui dan hendak dipulangkan dan dipulihkan sebagai Sultan Ternate. Kejadian ini kontan membuat berang rakyat Ternate dan Sultan Khairun dengan tegas menolak perjanjian berat sebelah itu. Beruntung bagi Sultan Khairun karena Tabariji meninggal dalam perjalanan pulang ke Ternate sehingga perjanjiannya dengan Portugis dengan begitu menjadi absurd dan Ternate terhindar dari ancaman perang saudara.

 

Walaupun membenci Portugis dan menyadari kekurang ajaran mereka, Sultan Khairun tidak semerta-merta memutuskan hubungan dengan Portugis karena menyadari kedudukan Portugis di Maluku ketika itu sangat kokoh dan lagi pengaruh Portugis dalam istana sudah sedemikian kuat sehingga perlu baginya untuk tetap mengadakan hubungan dengan mereka sembari memperkuat dirinya sendiri. Untuk itu Sultan pun giat mencari dukungan dari luar. Melalui Aceh sebagai perantara Sultan pun kemudian menjalin hubungan dengan kekaisaran Turki Usmani musuh Portugis di Eropa darimana ia memperoleh persenjataan, meriam-meriam dan cendekiawan yang didatangkan ke Ternate.

BACA:  Salah satu bukti bahwa sistem tanam paksa dinilai sangat menyengsarakan rakyat adalah

 

Tahun 1546 datang seorang misionaris terkenal, Santo Fransiskus Xaverius ke Ternate. Sultan kemudian memberi izin untuk kegiatan misionaris di Malukudengan syarat kegiatan misionaris hanya ditujukan bagi rakyat Ternate yang masih menganut animisme, apapun tindakan untuk memengaruhi orang islam beralih agama dilarang. Namun belakangan peraturan itu dilanggar. Portugis menggunakan kegiatan misionaris sebagai tameng dalam upayanya merongrong Ternate, sejumlah kerajaan kecil yang telah dikristenkan dihasut untuk menentang Ternate, rakyat kerajaan-kerajaan kecil itu yang muslim dipaksa beralih agama. Tindak-tanduk Portugis ini menimbulkan kemarahan Sultan Khairun yang akhirnya secara terang-terangan mengumumkan perang terhadap Portugis. satu persatu kerajaan-kerajaan kecil yang memberontak ditundukan disamping itu Sultan Khairun juga mengirimkan sejumlah armada lautnya untuk membantu Demak dan Aceh menggempur Portugis di Malaka. Benteng tempat kedudukan Gubernur Portugis di Ternate dikepung, sedang kedudukan Portugis di daerah lain diserang. Sultan Khairun sengaja menahan diri untuk tidak memberangus pusat Portugis Maluku di Ternate dengan harapan mereka akan menyadari kekeliruannya dan memohon damai.

 

Tahun 1558 sementara Benteng Portugis di Ternate dikepung, Sultan Khairun menunjuk puteranya pangeran Laulatasebagai Salahakan (Gubernur) Ambondan bertugas memukul kedudukan Portugis di Maluku selatan serta menaklukan banyak daerah baru untuk Ternate. Raja Muda Portugis di Goa kemudian mengirim armada besar ke Ambon dibawah pimpinan Henrique De Sa untuk memukul mundur pasukan Ternate, dan untuk beberapa lama upaya mereka berhasil sebelum Sultan Khairun kembali mengirim ekspedisi ke Ambon dan dengan bantuan orang-orang Jawa dan muslim Hitu kekuatan Portugis di Maluku selatan berhasil diberangus tahun 1567.

 

Karena ketidakberdayaannya Gubernur Portugis di Maluku Lopez de Mesquitamemohon damai kepada Sultan Khairun yang kemudian disambut dengan itikad baik. Semua hak-hak istimewa Portugis menyangkut monopoli perdagangan rempah-rempah dihilangkan namun mereka tetap diperbolehkan untuk berdagang dan bersaing dengan pedagang nusantara serta pedagang asing

BACA:  Sebutkan tiga Upaya pengembangan sejahtera dengan memanfaatkan sumber daya alam​ !!

 

 

Penjelasan:

semoga membantu