Sebutkan bukti – bukti dari teori gujarat

Sebutkan bukti – bukti dari teori gujarat !

 

JAWABAN:

Bukti Teori Gujarat adalah:

  1. Batu nisan Sultan Samudera Pasai Malik al-Saleh tahun 1297 dengan corak khas batu nisan pekuburan Islam dari Gujarat
  2. Corak Islam di Indonesia dan Gujarat sama-sama dipengaruhi aliran Sufi
  3. Adanya jalur perdagangan yang erat antara India dan China

Pembahasan:

Islam sudah ada di Indonesia sejak awal sekali, bahkan pada tahun 1267 sudah berdiri kerajaan Islam di Nusantara, yaitu kerajaan Samudera Pasai, dan di Jawa telah ditemukan nisan seorang beragama Islam, atas nama Fatimah binti Maimun bertanggal tahun 1082.

Namun selama ratusan tahun, Islam tidak bisa menyebar, dan hanya terbatas dipeluk di kota-kota pelabuhan saja. Baru pada tahun 1400-an, Islam berkembang secara pesat dan mulai banyak didirikan kerajaan-kerajaan Islam. Masuknya Islam di Indonesia pada abad ke 15 M ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah perdagangan dan pelayaran antar benua yang berlangsung pada masa itu.

Fenomena ini mengundang banyak penelitian dan beberapa sejarawan mengemukakan toeri yang menjelaskan bagaimana akhirnya Islam bisa menyebar di Nusantara. Ada berbagai teori persebaran Islam yang dicetuskan para sejarawan.

1.   “Teori Tiongkok” oleh Slamet Muljana.

Teori ini berpendapat bahwa persebaran Islam tak lepas dari peranan para saudagar Tiongkok yang saat itu banyak yang beragama Islam. Tak kalah penting adalah kunjungan dari Laksamana Cheng Ho (Zheng He), seorang laksamana Dinasti Ming yang beragama Islam, dan diiringi oleh banyak  pengiring yang juga beragama Islam.

Teori ini juga berpendapat bahwa Wali Songo merupakan para keturunan saudagar Tionghoa. Teori ini berlawanan dengan pandangan umum bahwa Wali Songo adalah keturunan orang Arab atau Asia Tengah. Karena kontroversi ini, buku Slamet Muljana pernah dilarang di masa pemerintahan Suharto.

BACA:  Nahdlatul Ulama harus dapat mencetak tenaga-tenaga ahli untuk membantu menyelesaikan bermacam-macam persoalan yang dihadapi oleh ?

2.   “Teori Gujarat” oleh Snouck Hurgronje dan J. Pijnapel

Teori ini menyatakan bahwa Islam masuk dibawa oleh saudagar dan ulama dari Gujarat, India, serta juga dari wilayah pelabuhan lain di India seperti Malabar dan Bengala. Teori ini dibuat berdasaran bahwa Islam di Indonesia yang  berkembang di masa awal abad 15 ini, sama dengan Islam yang berkembang di India, yaitu Islam yang bercorak sufistik (dipengaruhi aliran Sufi).

Namun teori ini juga memiliki kelemahan, karena umat Muslim di Indonesia menganut mazhab Syafii, sementara masyarakat Gujarat lebih banyak menganut mazhab Hanafi.

3.   “Teori Persia” oleh Umar Amir Husen dan Hoesein Djajadiningrat

Menurut teori ini Islam yang masuk di Indonesia pada abad ke 7 Masehi adalah Islam yang dibawa kaum Syiah, Persia. Teori ini dibuat karena adanya adat di beberapa daerah yang terpengaruh budaya Iran, seperti bentuk batu nisan dan budaya Tabuik di Minangkabau. Namun, Teori ini memiliki kelemahan yaitu pada masa itu Iran bukan meruakan pusat persebaran Islam

4.   “Teori Arab” oleh van  Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, dan Buya Hamka.

Berdasarkan teori ini, Islam masuk pada abad ke 7 Masehi, di Pantai Timur Sumatera melalui para ulama dari Damaskus, Syiria, yang merupakan pusat Dynasti Umayyah. Teori ini didukung fakta bahwa madzhab yang populer di Indonesia, khususnya di Samudera Pasai adalah madzhab Syafii yang juga populer di Arab dan Mesir. Kemudian adanya penggunaan gelar Al Malik pada raja-raja Samudera Pasai yang hanya lazim ditemui pada budaya Islam di Mesir.

Namun teori ini kurang mendapat bukti yang menjelaskan peran Bangsa Arab dalam proses penyebaran Islam di Indonesia.